Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ
فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang
menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya[1].”
An Nawawi rahimahullah berkata: “ia
menunjukkan dengan perkataan, lisan, isyarat dan tulisan.”
Saudaraku muslim…
Berdakwah kepada agama Allah Azza
wa Jalla termasuk
keta’atan yang paling tinggi dan ibadah yang paling agung, ia membutuhkan dari
seluruhnya cara-cara yang bermacam-macam, keikhlashan, kesungguhan, kesabaran
untuk menyampaikan agama ini, mempertahankan dan memperjuangkannya dari
kehancuran:
{يَا
أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2)} [المدثر: 1، 2]
Jika bukan kita penganut agama Islam yang bekerja untuk
agama ini, maka siapakah gerangan yang akan mengerjakannya?!
Allah Azza wa Jalla telah memuliakanmu
dengan nikmat Islam dan memudahkan bagimu perkara-perkara dan memudahkan bagimu
jalan sehingga kamu berjalan di jalan yang paling agung, Ibnul Qayyim berkata:
“Berdakwah ke jalan Allah Ta’ala adalah tugasnya para rasul dan para
pengikutnya.”
Saudaraku muslim…
Siapa yang memberikan sebuah buku maka ia adalah
pendakwah, siapa yang menghadiahkan kaset maka ia adalah seorang pendakwah,
siapa yang mengajarkan oang yang bodoh maka ia adalah seoorang pendakwah, dan
barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia adalah seorang pendakwah,
siapa yang menyampaikan sepatah kata maka ia adalah seorang
pendakwah…pintu-pintu yang luas dan jalan yang mudah dan gampang, segala puji
hanya milik Allah, setiap kali berkurang kemauan dan hasrat menjadi lemah, maka
ingatlah pahala-pahala dan buah-buah yang agung bagi siapa yang berdakwah ke
jalan Allah, di antaranya:
Pertama:
mengikuti para nabi dan mencontoh mereka
{قُلْ
هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ } [يوسف: 108]
Artinya: “Katakanlah: “Inilah jalan
(agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah
dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang
yang musyrik[3].”
Al Farra berkata: “Wajib bagi setiap yang mengikutinya
untuk berdakwah kepada apa yang ia dakwah dan menyebutkan Al Quran dan
nasehat”.
Kedua:
bergegas untuk mendapatkan kebaikan dan kemauan di dalam mendapatkan pahala
karena Allah Azza wa Jalla memuji para pendakwah:
{وَمَنْ
أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي
مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]
Artinya: “Siapakah yang lebih baik
perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang
saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?[4].”
Asy Syaukani berkata: “Tidak ada yang lebih baik darinya
dan yang lebih jelas dari jalannya dan tidak ada yang lebih banyak pahalanya
dibanding amalannya”.
Ketiga:
berusaha untuk mendapatkan pahala-pahala yang besar kebaikan-kebaikan yang
banyak dengan hanya perbuatan yang sedikit
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam telah
memberikan kabar gembira dengan sabdanya:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ
فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang
menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya[5].”
Jika anda menunjukkan seseorang kepada agama Islam maka
bagi anda seperti pahala islamnya, amalannya, shalatnya dan puasanya dan tidak
mengurangi hal tersebut dari pahalanya sedikitpun, dan pintu ini sangat agung
dan luas, siapa yang diberi taufik oleh Allah Azza
wa Jalla ia
akan masuk ke dalamnya.
Keempat:
taufik dan pendekatan kepada kebenaran: bahwasanya ia adalah buah yang sangat
jelas dari dakwah
Allah Ta’ala berfirman:
{وَالَّذِينَ
جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ}
[العنكبوت: 69]
Artinya: “Dan orang-orang yang
berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada
mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang
yang berbuat baik[6].”
Al Baghawi berkata: “Orang-orang yang berjihad melawan
orang-orang musyrik untuk memperjuangkan agama kiat”.
Kelima:
Harapan shalihnya keturunan
Karena sesungguhnya di dalam hal tersebut terdapat
Qurratu ‘ain di dunia dan akhirat, dan Allah tidak menghilangkan pahala orang
yang telah berbuat kebaikan. Allah Ta’ala berfirman:
{وَلْيَخْشَ
الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ
فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا } [النساء: 9]
Artinya: “Dan hendaklah takut kepada
Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak
yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab
itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar[7].”
dan termasuk dari perkataan yang benar yang paling agung
adalah berdakwah kepada Agam Allah.
Keenam:
termasuk dari buah dari berdakwah adalah memberatkan timbangan-timbangan
kebaikan kita pada hari ditunjukkannya amal perbuatan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ
مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ
تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Artinya: “Barangsiapa yang menyeru
kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang
yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka
sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya
dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi
dari dosa-dosa mereka sedikitpun[8].”
Ketujuh:
Melakukan dakwah kepada Allah merupakan sebagian dari sebab-sebab kemenangan
dan keberuntungan di dunia dan akhirat
Allah Ta’ala berfirman:
وَالْعَصْرِ(1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي
خُسْرٍ(2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا
بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya
manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan
nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran[9].”
Kedelapan:
Berdakwah kepada agama Allah termasuk dari sebab-sebab yang mendatangkan
kemenangan melawan musuh-musuh
Allah Ta’ala berfirman:
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ
أَقْدَامَكُمْ} [محمد: 7]
Artinya: “Hai orang-orang yang
beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan
meneguhkan kedudukanmu[10].”
Karena dengan dakwah maka Allah akan disembah sesuai
dengan yang disyri’atkan-Nya, kemungkaran-kemungkaran akan hilang, dan akan
tumbuh di dalam umat ini rasa kejayaan dan kemuliaan sehingga jalan di jalan
kemenangan dan kekuasaan.
Kesembilan:
dengan berdakwah kepada agama Allah maka akan didapatkan kedudukan-kedudukan
yang tinggi
Syaikh Abdurrahman As Sa’dy rahimahullah berkata: “Dan
kedudukan ini yaitu kedudukan berdakwah adalah kesempurnaan yang bagi
orang-orang shiddiq, yang telah menyempurnakan akan diri mereka dan selain
mereka, dan mereka akan mendapatkan warisan yang sempurna dari para rasul”.
Kesepuluh:
dari buah hasil berdakwah adalah shalawat Allah, para malaikat-Nya dan penduduk
langit dan bumi atas pengajar manusia kebaikan
karena apa yang ia akan sampaikan hanyalah ilmu yang
diwarisi dari firman Allah Ta’ala dan sabda rasul-Nya yang mulia,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ
لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah, para
malaikat-Nya dan penghuni bumi dan langit sampai semut yang berada di lubangnya
dan bahkan sampai ikan benar-benar bershalwat atas pengajar manusia kebaikan[11].”
Kesebelas:
Berdakwah kepada agama Allah mengangkat derajat di dunia dan akhirat
Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya pangkat makhluq yang
paling mulia di sisi Allah adalah pangkat kerasulan dan kenabian, karenanya
Allah mengutus dari manusia seorang rasul bergitu pula dari jin”.
Kedua
belas: Termasuk buah hasil berdakwah adalah terus mengalirnya pahala si
pendakwah setelah wafatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً
فَلَهُ أَجْرُهَا مَا عَمِلَ بِهِ فِي حَيَاتِهِ وَبَعْدَ مَمَاتِهِ حَتَّى
يَتْرُكَ
Artinya: “Barangsiapa yang
mensunnahkan sunnah yang baik maka baginya pahala amalan tersebut selama
dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah wafatnya sampai ditinggalkan[12].”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَنْهُ
عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ
، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seorang anak
keturunan Adam meninggal maka terputus amalnya kecuali dati tiga perkara…”, dan salah satu
diantaranya adalah: “Ilmu yang bermanfa’at.”
Ketiga
belas: Kecintaan Allah Azza wa Jalla bagi siapa yang
memperjuangkan agama-Nya dan menyampaikan risalah-Nya
Al Hasan ketika mengomentari firman Allah Ta’ala:
{وَمَنْ
أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي
مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]
Artinya: “Siapakah yang lebih baik
perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang
saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?[13].
“
Beliau berkata: “Dia adalah orang yang beriman, menerima
seruan Allah lalu menyeru manusia kepada apa yang ia telah dia terima dari
seruan tersebut lalu ia beramal shalih ketika menerimanya, maka orang ini
aadalah orang yang dicintai oleh Allah, ia adalah wali Allah”.
Keempat
belas: dari buah hasil berdakwah yang dicintai yang disenangi oleh jiwa dan
melapangkan dada
dan juga menolong untuk selalu terus (dalam berdakwah)
dan mampu melawan dalam keadaan yang sempit, yaitu doa Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam agar terang wajah bagi yang menyampaikan sabda
beliau,
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِى
فَبَلَّغَهَا
Artinya: “Allah mencerahkan wajah
seseorang yang telah mendengar perkataanku lalu ia sampaikan[14].”
Maka berbahagaialah orang yang merasakan doa ini dan
mendapatkan bagian darinya.
Kelima
belas: Doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar
mendapatkan rahmat bagi siapa yang menyampaikan sabda beliau
termasuk hal yang paling agung yang membantu untuk selalu
berjalan dengan semangat:
رحم الله امرأ سمع منى حديثا فحفظه حتى يبلغه
غيره
Artinya: “Allah merahmati seseorang
yang telah mendengar dariku sebuah hadits lalu ia menghafalnya kemudian
ia sampaikan kepada orang lain[15].”
Dan di zaman sekarang terkumpul syarat-syarat untuk
menyampaikan, Al Quran, kaset-kaset yang bernuansa islam telah tersedia, agar
sampai kepada orang yang di dakwahi dalam keadaan yang sempurna dan baik, saya
etringat bahwa seorang laki-laki masuk Islam kemudian ia dating ke Negara ini
dan bermukim di sini beberapa tahun kemudian pulang ke negaranya dan tidak ada
seorangpun dari manusia yang mengajaknya ke agama Allah, sampai ada kesempatan
baginya untuk bekerja yang lain lagi dan setelah setahun ia pulang bersama
sebuha perusahaan di bidang perbaikan hotel-hotel. Ia berkata: lalu pada suatu
hari aku dapatkan sebuah tulisan singkat diletakkan di atas meja dapur setelah
keluarnya orang yang menyewa hotel tersebut, ternyata di dalamnya terdapat
pengetahuan-pengetahuan tentang Islam, lalu jadilah inti pencarianku adalah
tentang Islam dan bertanya seputarnya, sampai akhirnya akupun masuk Islam dam
masuk islam bersamaku bapak dan ibuku serta istriku dan aku berusaha untuk
memasukkan sisa dari keluargaku sekarang masuk ke dalam Islam, maka
bagaimanakah kesenganan seorang pendakwah yang meletakkan tulisan singkat
tersebut kelak paa hari kiamat, jika seluruh kealuarga itu dan yang lainnya
menerima dan itu semua akan terdapat di buku amalan dan kebaikan dia?
Keenam
belas: berdakwah kepada agama Allah adalah shadaqah dari beberapa cara shadaqah
Allah Ta’ala berfirman,
{الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنْفِقُونَ} [البقرة: 3]
Artinya: “(yaitu) mereka yang
beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka[16].”
Al Hasan berkata: “Termasuk infaq yang paling afdhal
adalah infaq ilmu”.
Aku memohon kepada Allah Azza
wa Jalla menjadikan
kita dari para pendakwah kepada agama-Nya dan memberikan kepada kita seluruhnya
keikhlashan di dalam perkataan dan perbuatan.
*) Disusun oleh Abdul Malik
Al Qasim,
Penerjemah: Ustadz Ahmad
Zainuddin, Lc
[1]Hadits riwayat Muslim
[2] QS. Al Mudatstsir:1-2
[3] QS. Yusuf:108
[4] QS. Fushshilat:33
[5] Hadits riwayat Muslim
[6] QS. Al Ankabut:69
[7] QS. An Nisa-‘:9
[8] Hadits riwayat Muslim
[9] QS. Al Ashr:1-3
[10] QS. Muhammad:10
[11] Hadits riwayat Tirmidzi
[12] Hadits riwayat Ath Thabarani
[13] QS. Fushshilat:33
[14] Hadits riwayat Ibnu Majah
[15] Hadits riwayat Ahmad
[16] QS. Al Baqarah:3
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/8283-ayo-berdakwah.html
https://muslim.or.id/8283-ayo-berdakwah.html
ok
BalasHapus