DASAR-DASAR KEIMANAN
===๐===
ุจุณْููููููููููููููููููู
ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู
َِู ุงูุฑَّุญِْูู
ِ
Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.
1. Ciptaan Alloh
meliputi dua alam: “alam nyata” yaitu alam yang bisa digapai dengan panca-indra
dan “alam ghaib” yaitu alam yang pada dasarnya tidak bisa digapai dengan
panca-indra.
2. Keyakinan tentang
alam nyata diserahkan kepada panca-indra dan analisa otak, sedangkan alam
ghaib, meyakininya hanya sebatas apa yang Alloh kabarkan melalui al-Qur’an dan
hadis-hadis Nabi-Nya, tidak boleh melebihi itu.
3. Para Malaikat dan
bangsa jin adalah bagian dari alam ghaib.
4. Alam ghaib dan
seisinya mempunyai kaedah-kaedah dan ukuran-ukuran yang kita tidak ketahui dan
berbeda dengan alam nyata, karena itu kita tidak bisa mengukur alam ghaib
dengan ukuran-ukuran alam nyata. Seperti misalnya alam barzakh dimana terjadi
interogasi Malaikat kepada orang yang telah meninggal dunia dan nikmat atau
azab kubur adalah kejadian di alam ghaib yang tidak terdeteksi dengan
panca-indra atau dengan alat apapun yang dibuat manusia.
5. Otak kita yang
menjadi satu-satunya modal kita untuk berpikir,* tidak akan sanggup menangkap
gambaran yang tuntas* tentang Alloh SWT tanpa Alloh sendiri memperkenalkan
diri-Nya kepada kita.
6. Pengenalan kita
kepada Alloh melalui alat pikir kita (otak) sangat terbatas. Walaupun demikian
hal-hal yang kita dapat dengan cara berpikir bukan sedikit. Dari pengamatan
kita pada alam semesta dan pada diri-diri kita sendiri, kita dapati pastinya
hanya ada satu pencipta, dimana tidak mungkin alam ini terwujudkan tanpa ada
sosok yang menciptakannya dan tidak mungkin ada lebih dari satu pencipta karena
semuanya berjalan dengan sangat teratur dan saling isi mengisi dalam sistem
ekologi yang sangat akurat. Melalui berpikir, kita pun dapat meyakini bahwa
Sang Pencipta adalah sosok yang sangat bijaksana dan ilmunya serta
kesanggupannya tidak terbatas.
7. Ketika kita tidak
sanggup meliput keseluruhan Alloh, maka dengan sendirinya kita pun tidak akan
pernah sanggup memahami mayoritas takdir dan perbuatan-Nya yang selalu sangat
bijaksana.
8. Sebagai makhluk
yang sangat lemah dan diciptakan oleh pencipta yang maha kuat perkasa lagi
berkuasa, maha berilmu dan maha bijaksana, kita tidak berhak dan tidak
sepantasnya mempertanyakan apa-apa yang sang pencipta lakukan. Di dalam
al-Qur’an Alloh telah menegaskan bahwa diri-Nya tidak untuk dipertanyakan dan
Dia-lah yang akan mempertanyakan kita. Alloh pun menegaskan bahwa tidak ada
sesuatu apapun juga yang menyerupai diri-Nya.
9. Sebagai seorang
beriman yang meyakini keagungan Alloh, maka kita harus sangat beradab dalam
bertanya tentang Alloh dan tidak menjadikan Alloh, Malaikat dan para Nabi
sebagai olok-olokan. Kita berhadapan dengan Pencipta yang sangat dahsyat yang
menggerakan alam semesta dengan semudah-mudahnya. Kita berhadapan dengan sosok
yang memberi kita semua kenikmatan dan sanggup membenamkan kita ke dalam derita.
Karena itu semua kita harus sangat berhati-hati dalam menuntut ilmu tentang
Alloh.
10. Bagi para pemula
berhati-hatilah agar tidak terjebak oleh pertanyaan-pertanyaan yang sengaja
dibuat oleh kaum atheis dan liberal yang banyak mengandung kedurhakaan kepada
Alloh. Pertanyaan-pertanyaan itu dibuat sedemikian rupa yang walaupun sangat
mudah dijawab, akan tetapi bagi seorang pemula akan menjadi racun yang
mengguncang akidahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar